Friday, May 13, 2016

kangker



Apa itu Kanker Payudara ?


Kanker payudara mengacu pada sel-sel epitel duktal mamari yang kehilangan karakteristik normalnya dan mengalami displasia akibat berbagai faktor karsinogenik internal dan eksternal. Jika sampai melebihi batas yang bisa diperbaik sendiri oleh tubuh, maka akan berubah menjadi kanker. Kanker ini memiliki karaktersitk : angka insiden tinggi pada perempuan, bersifat cukup invasif tapi berkembang dengan lambat, siklus hidup alami yang panjang. Benjolan di payudara aadalah menifestasi klinis utama.
Kategori:
  1. Karsinoma non-invasif : karsinoma lobular in situ, karsinoma intraduktal, karsinoma papiler intraduktal.
  2. Karsinoma invasif dini : kasinoma lobular invasif dini, karsinoma duktal invasif dini.
  3. Karsinoma invasif : jaringan kanker masuk dan menebar luas ke interstisial, membentuk gambar berbagai jaringan kanker dan interstisial yang saling bercampur, dibagi menjadi jenis non-spesifik dan spesifik.


Gejala Kanker Payudara

Gejala utama : benjolan di payudara, nyeri di payudara, keluar cairan dari puting, perubahan pada puting, perubahan pada kulit, areola tak normal, kelenjar getah bening aksila membesar. Selama ada kesaran anti0kanker yang kuat, sepenuhnya memahami dan menguasai pengetahuan anti-kanker, rajin melakukan pemeriksaan payudara sendiri dengan baik, serta sering dengan meningkatnya standar pengobatan dan perawatan kesehatan, maka kanker bukanlah penyakit yang tidak dapat disembuhkan.


Kelompok risiko tinggi Kanker Payudara
  1. Orang yang pernah menderita kanker payudara sebelumnya atau memiliki riwayat tumor payudara jinak;
  2. Orang yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker payudara. Jika lebih dari satu orang kerabat dekat pernah menderita kanker payudara, maka kemungkinan anda untuk menderita kanker payudara agak tinggi;
  3. Perempuan dengan usia kehamilan pertama di atas 30 tahun dan perempuan yang belum pernah melahirkan.
  4. Orang yang makan terlalu banyak lemak hewani, perempuan yang kelebihan berat badan setelah menopause.
  5. Perempuan yang menderita penyakit payudara kronis (seperti hiperplasia duktus atipikal, papillomatosis, dll).
  6. Perempuan yang menstruasi pertamanya sebelum usia 12, atau menopause setelah usia 55 tahun;
  7. Perempuan yang dalam jangka panjang menggunakan estrogen untuk mengendalikan gejala menopause akan mengalami peningkatan level menengah terhadap risiko menderita kanker payudara setelah bertahun-tahun kemudian;
  8. Penderita kanker pada satu sisi payudara memiliki kemungkinan 5-7 kali lebih tinggi dari orang normal untuk menderita kanker payudara kontralateral.


Cara mencegah Kanker Payudara
  1. Mengendalikan lemak, penurunan berat badan yang wajar.
  2. Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol, kurangi minum kopi.
  3. Perbanyak makan buah dan sayuran, ikan dan makanan kaya serat.
  4. Mengembangkan kebiasaan berolahraga yang baik.
  5. Hindari stimulasi mental, jaga kestabilan emosi.
  6. Jangan melahirkan terlalu terlambat. Perempuan yang pertama kali melahirkan di usia 35 tahun ke atas memiliki risiko menderita kanker payudara 3-4 kali lebih tinggi dibanding perempuan yang perlama kali melahirkan di usia 30 tahun ke bawah.
  7. Jika kelompok berisiko tinggi selama 5 tahun terus mengkonsumsi tamoxifen di bawah bimbingan dokter, maka bisa mengurangi hampir setengah dari rasio kejadian kanker payudara.
  8. Memeriksakan payudara secara teratur: Perempuan usia 20- 40-tahun, lakukan pemeriksaan payudara sendiri dalam waktu satu minggu setelah menstruasi tiap bulan, setiap dua tahun sekali lakukan pemeriksaan klinis di dokter spesialis: Perempuan usia 40 tahun ke atas, lakukan pemeriksaan payudara sendiri secara teratur tiap bulan, setiap setahun sekali lakukan pemeriksaan payudara secara profesional.

No comments:

Post a Comment