Monday, May 30, 2016

PATOLOGI Kangker



                                                               GENETIKA

                                      ilmu yang  mempelajari tentang gen.

GEN : potongan DNA yang diwariskan oleh kedua orang tuanya terhadap anaknya.
pewarisan gen-gen antar generasi terjadi tanpa kesalahan pemberian kepastian untuk terjadi variasi gen agar individu dapat beradaptasi dan bertahan hidup.
Kesalahan dalam pawarisan gen disebut MUTASI. apabila terjadi mutasi individu dapat hidup lebih maju/lebih berkembang baik dari induknya atay dapat mengakibatkan penyakit dan kematian.

REPRODUKSI SEL 
*sel bereproduksi selama perkembangan embrionik, maka terjadi pertumbuhan embrio dan spesialis/diferensiasi sel yang membentuk jaringan atau organ.
*sel-sel yang bereproduksi seumur hidup adalah sel-sel di sumsum tulang, kulit dan saluran cerna.
*sel sel yang bereproduksi untuk mengganti sel sel yang rusak misalnya sel sel hati dan sel sel ginjal.
*sel sel yang tidak melakukan reproduksi secara bermakna yaitu sel saraf, sel jantung, sel otot. maka kerusakan jaringan-jaringan tidak diperbaiki oleh pertumbuhan sel-sel baru.

SIKLUS SEL
*sel sel yang bereproduksi akan menggandakan informasi yang terkandung dalam DNA, lalu membelah diri menjadi 2 sel baru.
*siklus sel terdiri dari fase-fase :
  • INTERFASE : —> sel dalam keadaan tidak membela
—> sel menggandakan DNA
  • MITOSIS    : sel membelah menjadi 2
  • MEIOSIS    : sel-sel reproduksi mengalami pematangan (Oosit primer–> OVUM; spermatid primer–> Sperma)
PENGONTROL SIKLUS SEL
*Kontrol atau siklus sel dilakukan oleh GEN GEN REGULATOR. inisiasi atau penekanan siklus sel dapat terjadi sebagai respon terhadap rangsang hormon, saraf atau respon terhadap cedera jaringan serta pengaktifan peradangan dan sistem imun.
*Terdapat semacam rem yang secara normal akan membatasi replikasi DNA bila sudah dianggap cukup
*Pengrusakan gen-gen regulator berakibat kehilangan kontrol atas pembelahan sel dan menyebabkan proliferasi sel yang tidak terkontrol.
*penyebab rusaknya gen-gen regulaor antara lain :radikal bebas atau mutagen lain.

MUTASI : kesalahan dalam transkrip DNA
penyebab : spontan. radiasi, bahan kimia, virus, dll. (penyebab mutasi disebut MUTAGEN)

CACAT KONGENITAL = Cacat Lahir
*dapat terjadi karena kerusakan kromosom, DNA yang tak stabil, kesalahan-kesalahan jumlah kromosom, atau gangguan lingkungan.

BAHAN TERATOGENIK adalah bahan bahan berupa rangsangan lingkungan yang menyebabkan cacat kongenital.
contoh : sinar X, obat obat tertentu, alkohol, virus TORCH dll

PENYAKIT-PENYAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELAINAN GEN DAN CACAT KONGENITAL
  1. THALASEMIA : penyakit yang ditandai dengan rapuhnya eritrosit/ hemoglobin (Hb Rendah)
  2. BUTA WARNA : kelainan fungsi mata yang tidak bisa membedakan warna
  3. HEMOFILI : gangguan pembekuan darah (darah sukar membeku)
  4. AKONDROPLASIA : kaki cebol (tungkai pendek)
  5. Bibir Sumbing
  6. penyakit Hidrosefalus
  7. Sindrom down : kelainan yang terjadi karena sel kekurangan kromosom no 21
KANKER
*Pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan bentuk / sifat sifat sel atau gennya berbeda dengan sel induknya
*penyakit ini ditandai dengan munculnya sel sel yang tumbuh sebagai sel sel independen terhadap sinyal sinyal kontrol pertumbuhan. gen regulator sebagai penekan pertumbuhan sel mengalami kerusakan maka reproduksi sel tidak dapat dihentikan dan terjadi perangsangan proliferasi yang berlebihan. (maka mu ncullah sel-sel kanker itu)
sel kanker tumbuh secara independen dan otonomi. reproduksi sel sel kanker menjadi kehilangan kontrolnya. sel sel kanker tidak bereaksi lagi terhadap faktor faktor pengontrol. sel-sel kanker juga menghasilkan faktor pertumbuhan sendiri, sehingga menjadi independen terhadap kontrol dari luar dan memungkinkan bisa lepas dari jaringan sekitarnya dan menyebar kebagian tuguh yang lain.

ANAPLASIA : terjadi perubahan sel yang sudah berdiferensiasi untuk melakukan fungsinya, menjadi sel yang kehilangan kemampuan untuk melakukan fungsinya dan menjadi kurang mirip dengan jaringan semula. adanya sel sel anaplasia ini menandakan adanya kanker yang sangat agresif.

PERUBAHAN PADA SEL SEL KANKER :
*Inti sel : membesar, tidak berbentuk, terjadi pemutusan, delesi atau translokasi kromosom. kecepatan mitosis meningkat.
*sitoplasma : disorganisasi dan peubahan bentuk darah dan ukuran, termasuk organella di dalamnya.

FAKTOR RESIKO KANKER: pajanan bahan fisik, kimia, virus yang bersifat mutagenik, perilaku merokok, bahan makanan berlemak, homoral, riwayat keluarga dsb.

KECEPATAN PERTUMBUHAN KANKER 
Setiap tumor tumbuh pada kecepatan tertentu, tergantung sifat individu maupun tumor itu sendiri.
-SIFAT UNDIVIDU : usia, jenis kelamin, status kesehatan, gizi, status imun.
-SIFAT TUMOR : letak tumor dalam tubuh, suplai darah, derajat anaplastik tumor, faktor pertumbuhan tumor.
*diskripsi pertumbuhan dan penyebaran tumor
– derajat/grade : tumor dinilai berdasarkan derajat anaplastik selnya
– stadium : tumor dinilai berdasarkan ukuran tumor, invasi lokal yang telah terjadi dan derajat penyebarannya ketempat tempat lain di dalam tubuh.
*penyebaran tumor :
  • lokal : bentuk sel2 kanker berupa tonjolan seperti kepiting yang mencederai dan mematikan sel2 normal di sekitarnya dengan cara : menekan sel2 normal tersebut dan menghancurkan suplai datah merka, juga sel2 kanker akan mengeluarkan bahan kimia/enzim yeng menghancurkan integritas membran sekitarnya sehingga sel lisis dan mati.
  • Sistemik/ metastase, malalui : Infiltrasi :penyebaran ke pembuluh darah/ saluran limfe, pelepasan : sel kanker lepas dari sekelompoknya, penyebaran dan penyemaian : sel kanker tumbuh di jaringan lain.
GAMBARAN KLINIS PENDERITA KANKER
  1. nyeri (kanker merusak pembuluh darah dan saraf, juga terjadi peregangan otot)
  2. kakeksia / kurus (kanker menyebabkan penurunan lemak dan protein tubuh)
  3. anemia (kanker menyerang pembuluh darah dan bisa terjadi pendarahan)
  4. kelelahan (penderita kanker mengalami nutrisi buruk dan penurunan asupan oksigen)
apabila terjadikomplikasi  : terjadi infeksi dan kematian


KATEGORI KANKER
karsinoma in situ : istilah untuk menjelaskan sel epietl abnormal yang masih terbatas pada daerah tertentu sehingga masih dianggap lesi prainvasif.
  1. karsinoma : kanker jaringan epitel
  2. limfoma : kanker jaringan limfe
  3. sarkoma : kanker jaringan ikat
  4. glioma : kanker sel sel glia/ penunjang susunan saraf pusat
PERANGKAT DIAGNOSIS KANKER
diagnosis lamler ditegakkan berdasar:
  1. gejala klinis
  2. kebiasaan hidup dan latar belakang genetik
  3. screening test: PAPsmear, mamografi, laboratorium darah, test penanda kaknker ontgen, MRI dsb.
  4. PA (patologi anatomi) dari biopsi jaringan
PENATALAKSANAAN KANKER
  1. pembedahan (pengambilan sel kanker)
  2. radiasi (proses pematian sel kanker)
  3. kemoterapi
  4. imunosupresi (menekan pertumbuhan jaringan)
Bahan-bahan penyebab kanker disebut KARSINOGENIK

Friday, May 13, 2016

herbal anti kangker



TANAMAN-TANAMANN HERBAL UNTUK MENCEGAH DAN MENGOBATI KANKER

Tumbuh-tumbuhan di Indonesia terbukti mampu mencegah maupun mengobati kanker. Meski perlu penelitian dan pengembangan lebih lanjut, sejumlah tanaman seperti kunyit putih, tapak dara, daun dewa hingga benalu telah digunakan penderita kanker sebagai ikhtiar mengobati penyakitnya. Banyak yang berhasil sembuh sehingga pengobatan tradisional pun menjadi tumpuan harapan baru bagi para penderita kanker.

KUNYIT PUTIH
Masyarakat sejak lama sudah mengenal 2 jenis kunir putih yaitu kunir putih gombyok atau kunir putih pepet. Kunir ini manfaatnya untuk therapi penyakit diare dan disentri saja, seperti yang ditulis dalam buku Obat Asli Indonesia karangan Prof. Dr. Seno Sastroamijoyo, jenis kedua adalah jenis kunir putih beraroma mangga, yaitu Curcuma Zedoaria & Curcuma Mangga. Keduanya bermanfaat menyembuhkan kanker & tumor .
Dari hasil penelitian Chan Minyi dkk dalam bukunya Anti Cancer Medical Herbs, ternyata Curcuma Zedoaria mempunyai efektifitas yang lebih tinggi untuk mengatasi kanker & tumor. Menurut hasil penelitian American Institute Cancer Report  ( New York Time) 1 Juni 1999 dan juga oleh pakar Fakultas Farmasi ataupun PAU Bioteknologi serta PPOT UGM Yogyakarta dalam kunir putih ini mengandung :
1. RIP ( Ribosome Inacting Protein ) berfungsi:
    a. Mampu menonaktifkan perkembangan sel kanker.
    b. Mampu merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan sekitarnya.
    c. Memblokir pertumbuhan sel kanker.

2. Zat Anti Oksidan, mencegah kerusakan gen.
3. Zat anti Curcumin, sebagai anti inflamasi ( anti peradangan ).

Curcuma Zeodaria dipadu dengan Curcuma Mangga dapat menyembuhkan:
4. Kanker : leher rahim , payudara, hati , paru – paru, leukimia, otak dan penyakit lain yang berhubungan dengan kanker dan tumor.
5. Peradangan dalam : maag, ambeien, radang tenggorokan, radang hati, bronkhitis, amandel, nyeri haid, keputihan, jerawat atau bisul, diabetes, asma.
6. Manfaat yang lain, Anti lemak : darah tinggi, stroke, jantung, asam urat, menurunkan kolesterol.
Dosis anjuran :
Kunir non gula : 1 sendok teh peres diseduh dengan ½ gelas air panas ( 100 cc ) kemudian diendapkan dan yang diminum hanya airnya.
Pencegahan : 1 kali sehari, diminum sebelum tidur malam.
Pengobatan : 3 kali sehari ( pagi, siang, dan sore hari ).

Kunyit putih ini mempunyai ciri tertentu, antara lain bintik umbinya seperti umbi jahe dan berwarna kuning muda (krem). Dalam keadaan segar baunya seperti buah mangga kweni dan bila telah diekstrak atau dijadikan bubuk, warnanya tetap kuning muda (krem).
Dr Maksum menjelaskan khasiat kunyit putih dalam melawan sel kanker masih sebatas penelitian in vitro (laboratorium) dan belum mencapai uji klinis. Namun kunyit putih sudah banyak dipakai sebagai obat alternatif untuk penyakit kanker.
Penelitian secara in vitro dilakukan dengan uji bioaktivasi. Sel kanker dikembangbiakkan dalam laboratorium dan setelah diberikan konsentrasi tertentu dari kunyit putih sel kanker tersebut menjadi mati. Selain itu didapatkan pula bahwa aktivitas kunyit putih dalam mematikan sel kanker lebih baik dibandingkan dengan tanaman Mahkota Dewa.
Pada tahun lalu sempat dilakukan penelitian terhadap pasien kanker di salah satu RS Kanker di Indonesia, sekitar 30-40 persen pasien kanker diberikan pengobatan herbal dengan kunyit putih yang digabung dengan pengobatan medis seperti kemoterapi atau pengobatan kanker lainnya.
Setelah diberikan terapi gabungan ini, banyak pasien yang menuturkan bahwa dirinya merasakan ada perbaikan pada kondisi kesehatannya. Tahap pengujian ini termasuk dalam testimoni klinis.

Daun tapak dara untuk obat kanker payudara :
Sementara tapak dara (Catharanthus roseus) telah teruji sebagai bahan pencegah dan penumpas sel kanker. Tanaman yang masih termasuk keluarga Apocynaceae atau kamboja-kambojaan ini mengandung dua senyawa golongan alkaloid vinka yakni vinkristin dan vinblastin yang berkhasiat menghambat perbanyakan dan penyebaran sel kanker.
Vinkristin digunakan sebagai bahan pengobatan kanker bronkial, tumor ganas pada ginjal, kanker payudara, dan berbagai jenis tumor ganas yang awalnya menyerang urat saraf maupun otot. Tanaman yang di Sumatera disebut rumput jalang itu juga mengandung alkaloid cabtharanthin yang diperkirakan dapat mendesak dan melarutkan inti sel kanker.
RAMUAN :
rebus 22 lembar daun tapak dara dan buah adas (Foeniculum vulgare) serta kulit kayu pulasari (Alyxia reinwardti) dengan tiga gelas air. Bubuhi gula merah secukupnya. Setelah mendidih sampai tinggal setengahnya, saring. Ramuan diminum tiga kali sehari masing-masing setengah gelas. Pengobatan dilakukan paling tidak selama sebulan.

KELADI TIKUS
Keladi tikus (Typhonium Flagelliforme/Rodent Tuber) juga telah diteliti sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker.
RAMUAN  :
Untuk menghambat pertumbuhan sel kanker, tiga batang keladi tikus lengkap dengan daunnya (kurang lebih 50 gram) direndam selama 30 menit, tumbuk halus dan peras. Air perasan ini disaring lalu diminum.
Di Malaysia, sudah ada uji ilmiah khasiat keladi tikus. Bahkan ekstrak keladi tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan tanaman lainnya dalam dosis tertentu, sudah dipasarkan di negeri jiran tersebut.

Air perasan temu lawak (Curcuma Zedoaria) juga mujarab sebagai obat kanker. Menurut Andrew Chevallier Mnimh, herbalis asal London, dalam temulawak terkandung curcumol dan curdione yang berkhasiat antikanker dan antitumor. Di Cina, temulawak telah lama digunakan sebagai obat kanker leher rahim. Tanaman ini bisa meningkatkan efek mematikan sel kanker ketika dilakukan radioterapi dan kemoterapi.

Mengkudu juga tengah populer sebagai tanaman obat-obatan yang manjur. Daging buah mengkudu atau pace (Morinda citrifolia L.) mengandung dammacanthel, zat antikanker yang mampu melawan pertumbuhan sel abnormal pada stadium prakanker dan dapat mencegah perkembangan sel kanker. Sari dari perasan dua atau tiga buah mengkudu dapat dibubuhi madu agar rasanya lebih nikmat. Sebaiknya pilihlah mengkudu yang tidak terlalu masak karena alkohol yang terbentuk akibat proses fermentasi pada mengkudu yang terlalu masak merusak zat-zat penting yang terkandung di dalamnya.

Daun dewa (Gynura divaricata) juga merupakan tanaman yang telah dikenal sebagai tanaman antikanker.
RAMUAN  :
30 gram daun dewa segar, 20 gram temu putih, 30 gram jombang yang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya dapat digunakan dalam pengobatan penyakit kanker. Dapat pula menggunakan bahan lain seperti 30 gram daun dewa segar, 30 gram tapak dara segar, 30 gram rumput mutiara, 30 gram rumput lidah ular direbus dengan 1.000 cc air hingga tersisa 500 cc. Airnya disaring lalu tambahkan madu secukupnya, aduk kemudian diminum selagi hangat.

Daun ceremai (Phyllanthus acidus) juga dapat dapat digunakan sebagai obat antikanker.
RAMUAN :
Segenggam daun ceremai muda, sejumput daun belimbing, bidara upas sejari, gadung cina sejari dan gula aren direbus dengan tiga gelas air hingga tinggal segelas. Ramuan ini diminum tiga kali sehari masing-masing satu gelas.

BENALU :
Sementara senyawa dalam benalu telah lama diperkirakan bekerja sebagai penghambat keganasan kanker. Benalu yang direbus menjadi teh terbukti dapat dipakai sebagai obat penunjang selama menjalani kemoterapi (terapi dengan mengonsumsi obat antikanker).
Bagi Anda yang belum terkena kanker, tumisan brokoli, sawi, kembang kol, wortel, tomat dan daging ikan dengan bumbu sedikit garam dan bawang putih, mampu menjadi masakan yang kaya akan zat antikanker. Penelitian Universitas Harvard terhadap 48.000 orang pada tahun 1995 menunjukkan risiko terkena kanker prostat bagi mereka yang memakan 10 kali hidangan yang mengandung tomat per minggu turun sampai hampir separuhnya.

Note : Untuk segala macam obat meskipun itu obat herbal sebaiknya saudara tidak melebihi dosis yang dianjurkan.
Dari berbagai sumber

kangker



Apa itu Kanker Payudara ?


Kanker payudara mengacu pada sel-sel epitel duktal mamari yang kehilangan karakteristik normalnya dan mengalami displasia akibat berbagai faktor karsinogenik internal dan eksternal. Jika sampai melebihi batas yang bisa diperbaik sendiri oleh tubuh, maka akan berubah menjadi kanker. Kanker ini memiliki karaktersitk : angka insiden tinggi pada perempuan, bersifat cukup invasif tapi berkembang dengan lambat, siklus hidup alami yang panjang. Benjolan di payudara aadalah menifestasi klinis utama.
Kategori:
  1. Karsinoma non-invasif : karsinoma lobular in situ, karsinoma intraduktal, karsinoma papiler intraduktal.
  2. Karsinoma invasif dini : kasinoma lobular invasif dini, karsinoma duktal invasif dini.
  3. Karsinoma invasif : jaringan kanker masuk dan menebar luas ke interstisial, membentuk gambar berbagai jaringan kanker dan interstisial yang saling bercampur, dibagi menjadi jenis non-spesifik dan spesifik.


Gejala Kanker Payudara

Gejala utama : benjolan di payudara, nyeri di payudara, keluar cairan dari puting, perubahan pada puting, perubahan pada kulit, areola tak normal, kelenjar getah bening aksila membesar. Selama ada kesaran anti0kanker yang kuat, sepenuhnya memahami dan menguasai pengetahuan anti-kanker, rajin melakukan pemeriksaan payudara sendiri dengan baik, serta sering dengan meningkatnya standar pengobatan dan perawatan kesehatan, maka kanker bukanlah penyakit yang tidak dapat disembuhkan.


Kelompok risiko tinggi Kanker Payudara
  1. Orang yang pernah menderita kanker payudara sebelumnya atau memiliki riwayat tumor payudara jinak;
  2. Orang yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker payudara. Jika lebih dari satu orang kerabat dekat pernah menderita kanker payudara, maka kemungkinan anda untuk menderita kanker payudara agak tinggi;
  3. Perempuan dengan usia kehamilan pertama di atas 30 tahun dan perempuan yang belum pernah melahirkan.
  4. Orang yang makan terlalu banyak lemak hewani, perempuan yang kelebihan berat badan setelah menopause.
  5. Perempuan yang menderita penyakit payudara kronis (seperti hiperplasia duktus atipikal, papillomatosis, dll).
  6. Perempuan yang menstruasi pertamanya sebelum usia 12, atau menopause setelah usia 55 tahun;
  7. Perempuan yang dalam jangka panjang menggunakan estrogen untuk mengendalikan gejala menopause akan mengalami peningkatan level menengah terhadap risiko menderita kanker payudara setelah bertahun-tahun kemudian;
  8. Penderita kanker pada satu sisi payudara memiliki kemungkinan 5-7 kali lebih tinggi dari orang normal untuk menderita kanker payudara kontralateral.


Cara mencegah Kanker Payudara
  1. Mengendalikan lemak, penurunan berat badan yang wajar.
  2. Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol, kurangi minum kopi.
  3. Perbanyak makan buah dan sayuran, ikan dan makanan kaya serat.
  4. Mengembangkan kebiasaan berolahraga yang baik.
  5. Hindari stimulasi mental, jaga kestabilan emosi.
  6. Jangan melahirkan terlalu terlambat. Perempuan yang pertama kali melahirkan di usia 35 tahun ke atas memiliki risiko menderita kanker payudara 3-4 kali lebih tinggi dibanding perempuan yang perlama kali melahirkan di usia 30 tahun ke bawah.
  7. Jika kelompok berisiko tinggi selama 5 tahun terus mengkonsumsi tamoxifen di bawah bimbingan dokter, maka bisa mengurangi hampir setengah dari rasio kejadian kanker payudara.
  8. Memeriksakan payudara secara teratur: Perempuan usia 20- 40-tahun, lakukan pemeriksaan payudara sendiri dalam waktu satu minggu setelah menstruasi tiap bulan, setiap dua tahun sekali lakukan pemeriksaan klinis di dokter spesialis: Perempuan usia 40 tahun ke atas, lakukan pemeriksaan payudara sendiri secara teratur tiap bulan, setiap setahun sekali lakukan pemeriksaan payudara secara profesional.